Jumat, 02 November 2007

Microsoft Dorong Tren Unified Communications

Di saat pilihan komunikasi begitu banyak dan semakin mudah dijangkau kapan saja dan di mana saja, muncul kebutuhan untuk mengintegrasikan seluruhnya. Telepon, email, instant messaging, mulai didorong agar dapat saling sinkron sehingga berbagai jenis perangkat dalam mengakses semuanya dalam satu waktu.
Tidak mudah memang namun semuanya serba mungkin saat sama-sama berjalan di atas platform berbasis protokol intrenet (IP) alias di jaringan next generation network (NGN). Namun, bukan berarti jaringan telekomunikasi yang belum berjalan dengan IP tak dapat terhubung. Sebelum migrasi ke jaringan berbasis IP sepenuhnya sempurna, kesinambungan antarsistem tetap sudah bisa dilakukan.
Sarana komunikasi yang lazim dipakai saat ini terbagi dua jalur yakni telepon dan komputer. Pemisahan ini karena komunikasi real time (synchronous) seperti telepon dan voice mail sangat tergantung pada jaringan tunggal. Sedangkan komunikasi berbasis pesan (asynchronous) seperti email tergantung pada beberapa jaringan yang terpisah. Komunikasi real time berjalan di atas Public Switch Telephone Network (PSTN) sedangkan komunikasi berbasis pesan berjalan di atas network seperti ethernet (IP).
Pemisahan kedua jenis komunikasi tersebut tentu menimbulkan kendala yang dapat meningkatkan biaya komunikasi dan pengaturan jaringan infrastruktur teknologi informasi. Namun, integrasi keduanya kini dapat dilakukan melalui solusi unified communications. Sejumlah vendor telekomunikasi di seluruh dunia bahu-membahu untuk mewujudkan solusi tersebut menjadi paket yang praktis dan mudah dipakai. Microsoft adalah salah satu vendor selain Cisco, Alcatel, Avaya, dan Nortel yang paling vokal mengembar-gemborkan visinya dalam area ini.
Demi visi tersebut, Microsoft harus membentuk kelompok perusahaan sendiri bernama Unified Communication Group sejak dua tahun lalu dan baru tahun ini dibuka di Indonesia. Unit bisnis ini merupakan ’sempalan’ Server Group yang khusus mengembangkan solusi untuk mengintegrasikan komputer dan telepon.
Untuk menjembataninya, Microsoft tak cukup menyiapkan dukungan software. Hardware pendukungnya pun disiapkan tentu saja melalui kerja sama dengan vendor hardware sehingga tak perlu beralih core business. Sejak tahun lalu, Microsoft telah menjalin kerja sama khusus dengan Nortel dalam riset dan development produk. Microsoft juga bekerja sama dengan Logitech dan Samsung untuk mengembangkan piranti pendukung, serta Hewlett Packard, Verizon, dan BT untuk layanannya. Baru-baru ini, Cisco dan Microsoft juga mendeklarasikan kesiapannya membangun interopability dan pemasaran bersama.
Dukungan software yang kuat menjadikan solusi unified communications dari Microsoft memiliki nilai tambah tersendiri karena menjadi sangat manusiawi untuk dimanfaatkan. menu telepon, mengirim pesan teks, membuat ruang konferensi, berpindah ke pilihan jaringan hanya perlu dilakukan dengan drag and drop di layar komputer. Meski terlihat klasik, telepon berbasis IP yang dikembangkan Microsoft dan mitranya kini juga telah dilengkapi banyak fitur yang memudahkan integrasi telepon dan komputer. Untuk konferensi, juga dikembangkan kamera 360 derajat yang dapat menampilkan seluruh peserta dalam satu layar yang di-broadcast.
"Dalam satu tampilan semua terintegrasi," ujar Lukman Susetio, Unified Communications Group manager PT Microsoft Indonesia kepada pers baru-baru ini. Selain itu, lanjutnya, semua produk unified communications tidak membuthkan VPN yang mahal karena Microsoft telah mengembangkan optimisasi bandwidth sehingga penggunaan bandwidth dapat dilakukan semaksimal mungkin.
Ia mengatakan dari segi ketersediaan solusi unified communications Microsoft dibangun end to end. Di sisi back end sudah tersedia Microsoft Exchange Server 2007 dan Office Communication Server 2007 (OCS) dan di sisi front end sudah dikembangkan Office Communicator. Sistem juga mendukung sinkronisasi dengan Microsoft Outlook untuk email. Yang lebih menarik, solusi tersebut mendukung session initiation protocol (SIP) sehingga perpindahan antarlayanan berlangsung mulus.
Hemat dan praktis
Implementasi unified communication dari Microsoft dapat dilakukan tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur yang telah dimiliki perusahaan atau organisasi yang membutuhkan solusi komunikasi terintegrasi. Solusi dapat diimplementasikan dengan mengintegrasikan sistem PBX yang ada melalui jalur VoIP/PBX.
"Komunikasi VoIP membuat ongkos komunikasi menurun, maintenance yang terintegrasi juga berarti penurunan total cost of ownership (TCO) dan peningkatan produktivitas," ujar Tal Adam Benzion, Direktur Marketing PT Microsoft Indonesia. Soluis tersebu telah dirasakan sendiri hasilnya di kantor-kantor Microsoft di seluruh dunia. Microsoft Indonesia sudah mempersiapkan 19 mitra lokal untuk mengadopsi teknologi unified communications dan 4 perusahaan lokal telah mulai mencobanya.
Konsep unified communications hadir seiring dengan konvergensi jaringan telekomunikasi bergerak dan tetap. Kemudahan VoIP dan pemanfaatan PBX untuk mengelola perangkat bergerak sebagai terminal ekstensiseperti yang ditawarkan Microsoft telah ditawarkan operator telekomunikasi misalnya PT Excelcomindo Pratama.
"Ponsel sudah bisa jadi ekstensi kantor. kami sudah layani sejak setahun lalu dan banyak perusahaan yang teratik," ujar Nizar Mansur, Vice President Senior Business Solution PT Excelcomindo Pratama kepada KCM. Namun, ujarnya masih banyak perusahaan yang belum sepenuhnya percaya akan nilai tambah yang ditawarkan.
Ia menyatakan, dorongan produk dan teknologi seperti yang ditawarkan Microsoft akan turut mengedukasi pasar akan manfaat solusi berbasis IP untuk mempermudah maintenance dan menurunkan ongkos komunikasi. Bahkan, pihak XL kini sudah melayani hosted PBX sehingga perusahaan tak perlu memikirkan maintenance sendiri.
"Tapi itu butuh waktu untuk membuat pelanggan percaya," ujarnya. Nizar yakin cepat atau lambat integrasi komunikasi ke jaringan berbasisi IP sepenuhnya akan segera terjadi mengingat jaringan telekomunikasi yang sudah ada sekarang sudah menyiapkan fondasinya.

Setelah Anda mengetahui informasi ini, semoga dapat bermanfaat pada saat ingin sewa komputer, sewa notebook, sewa projector / proyektor, tv plasma, printer, dll.

http://www.gudangrental.com
Sumber http://www.kompas.co.id

Tidak ada komentar: